Hujan dan Mentari
Assalamualaikum semua! Apa kabar? Gimana keadaan kota kalian?
Bekasi hujan terus beberapa hari ini, tidak ada matahari yang terlalu menyengat diatas kepala, karena saat akan panas, awan selalu melindungi paparan sinarnya dan kemudian hujan pun turun.
Ngomong ngomong soal hujan, kayaknya gaada kaitannya sih dengan tulisan yang aku muat setelah ini, hehe. Maapkeunnya...
Hujan dan Mentari
Kau bilang mentarimu itu aku
Kau bilang sinarku tak terhalang oleh siapapun
Kau bilang bisikkanku selalu sampai ditelingamu
Ku bilang..... Hujan ku itu kamu.
Iya, kamu.
(gatau ini tulisan apa, puisi bukan pantun bukan)
Hujan dan Mentari itu dua hal yang berbeda, sepertinya halnya panas dan dingin, tinggi dan rendah, lalu satu lagi, cinta dan benci. Meski berbeda bukan berarti tak bisa bersatu bukan?
Pernah merasakan ada mentari dan hujan sekaligus? Indah bukan? Pelangi yang cantik nan memesona kan muncul setelah hujan telah berhenti menurunkan airnya.
Aku memikirkan tentang banyaknya perbedaan yang ada (diantara kita), lalu ternyata benar, alam memang memiliki jawabannya sendiri, iya, perbedaan selalu ada, itu takdir, tapi bagaimana kita
menjadikan perbedaan menjadi sebuah anugrah adalah tujuan.
Lalu kamu masih mau protes nih kalo perbedaan selalu ada dihadapan kamu? Kurang kurangin dehhh, dari protes trus marah marah nanti cepe tua lho!
Yuk mulai hargai perbedaan dan mulai buat semua yang kelihatan buruk menjadi indah.
Karena ga selamanya kupukupu itu punya corak indah, tapi tetap bisa terbang lho gengs...
Wassalamualaikum.



Nulis lg dong kak.. nanti aku yg baca terus dehhh gapapa
BalasHapuswkwk thanks jaa!
Hapus